Pembelajaran berbasis praktik kini menjadi salah satu pendekatan paling efektif dalam dunia pendidikan. Melalui pengalaman langsung, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan, karakter, dan kreativitas. Salah satu contoh kegiatan pembelajaran yang sarat nilai edukatif adalah Pelatihan Merakit Anyaman Rotan bersama SDIT Al-Izzah yang dilaksanakan di workshop Prakarya Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran seni dan budaya yang menyenangkan, aplikatif, serta selaras dengan nilai-nilai pendidikan karakter.
Pelatihan ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa SDIT Al-Izzah, dengan menggabungkan unsur prakarya, kearifan lokal, dan pembelajaran berbasis proyek. Bertempat di workshop Prakarya Indonesia, siswa diajak mengenal langsung proses pembuatan anyaman rotan dari awal hingga menjadi produk jadi.

Prakarya sebagai Media Pembelajaran Holistik
Prakarya bukan sekadar kegiatan membuat benda, tetapi merupakan sarana pembelajaran holistik yang melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Melalui pelatihan merakit anyaman rotan, siswa SDIT Al-Izzah belajar untuk:
-
Berpikir kreatif dan solutif
-
Melatih ketelitian dan kesabaran
-
Bekerja secara mandiri maupun berkelompok
-
Menghargai proses dan hasil karya
Anyaman rotan dipilih karena merupakan kerajinan tradisional Indonesia yang memiliki nilai seni tinggi sekaligus ramah lingkungan. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga mengenal budaya bangsa.
Mengenal Anyaman Rotan Sejak Usia Dini
Dalam pelatihan ini, siswa diperkenalkan pada:
-
Jenis-jenis rotan
-
Karakteristik bahan rotan
-
Proses pengolahan rotan sederhana
-
Teknik dasar merakit dan menganyam
Workshop Prakarya Indonesia sebagai Ruang Belajar Nyata
Pelatihan merakit anyaman rotan dilaksanakan langsung di workshop Prakarya Indonesia, sebuah tempat yang dirancang khusus sebagai ruang belajar kreatif. Di sini, siswa SDIT Al-Izzah dapat melihat langsung berbagai contoh produk prakarya. Suasana workshop yang edukatif dan kondusif membuat siswa merasa seperti berada di “laboratorium seni”, di mana mereka bebas bereksplorasi dan bertanya. Interaksi langsung dengan mentor profesional juga menjadi nilai tambah yang membuat proses belajar lebih hidup.
Peran Mentor Profesional dalam Pelatihan
Salah satu keunggulan pelatihan ini adalah pendampingan oleh mentor profesional dan berpengalaman dari Prakarya Indonesia. Mentor tidak hanya mengajarkan teknik merakit anyaman rotan, tetapi juga:
-
Memberikan motivasi dan semangat berkarya
-
Menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab
-
Membimbing siswa secara sabar dan komunikatif
Pendekatan mentor yang ramah anak membuat siswa merasa nyaman dan percaya diri dalam mencoba hal baru.
Proses Pelatihan Merakit Anyaman Rotan
Pelatihan ini dilakukan secara bertahap agar siswa dapat mengikuti dengan baik. Tahapan pelatihan meliputi:
1. Pengenalan Materi
Pada tahap ini, mentor menjelaskan fungsi dan kegunaan produk anyaman rotan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Demonstrasi Teknik
Mentor memperagakan teknik dasar merakit dan menganyam rotan, mulai dari menyusun rangka hingga menyatukan anyaman. Siswa memperhatikan dan mengamati dengan seksama.
3. Praktik Mandiri
Siswa mulai mencoba merakit anyaman rotan dengan pendampingan mentor. Pada tahap ini, siswa belajar mengatur pola, kekuatan anyaman, serta kerapian hasil kerja.
4. Evaluasi dan Apresiasi
Setelah selesai, mentor memberikan masukan positif dan mendorong siswa untuk bangga terhadap hasil karyanya.
Manfaat Pelatihan bagi Siswa SDIT Al-Izzah
Pelatihan merakit anyaman rotan memberikan berbagai manfaat nyata bagi siswa, di antaranya:
-
Meningkatkan keterampilan motorik halus
-
Melatih fokus dan konsentrasi
-
Mengembangkan kreativitas dan imajinasi
-
Menumbuhkan rasa percaya diri
-
Mengenal potensi diri melalui karya
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat nilai-nilai karakter seperti kerja keras, ketekunan, dan rasa tanggung jawab.
Selaras dengan Kurikulum dan Nilai P5
Pelatihan ini sangat relevan dengan Kurikulum Merdeka, khususnya dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Melalui kegiatan merakit anyaman rotan, siswa mempraktikkan nilai-nilai:
-
Kreatif
-
Mandiri
-
Gotong royong
-
Bernalar kritis
-
Berkebinekaan global
Dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, siswa tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memahami makna di balik proses pembuatannya.
Kolaborasi Sekolah dan Prakarya Indonesia
Kerja sama antara SDIT Al-Izzah dan Prakarya Indonesia menunjukkan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan mitra edukatif. Dengan memanfaatkan fasilitas workshop dan tenaga ahli, sekolah dapat menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih kontekstual.
Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi sekolah untuk:
-
Mengembangkan program pembelajaran inovatif
-
Memberikan pengalaman belajar di luar kelas
-
Memperkaya wawasan siswa tentang dunia kerajinan dan kewirausahaan
Penutup
Pelatihan Merakit Anyaman Rotan bersama SDIT Al-Izzah di workshop Prakarya Indonesia merupakan contoh nyata pembelajaran kreatif yang menggabungkan seni, budaya, dan pendidikan karakter. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar membuat kerajinan, tetapi juga belajar menghargai proses, bekerja dengan sabar, dan mencintai budaya bangsa.
Dengan dukungan mentor profesional dan lingkungan belajar yang inspiratif, pelatihan ini menjadi pengalaman berharga yang membekas dalam ingatan siswa.











