Prakarya Indonesia

Tips Memilih Warna Tie Dye agar Hasil Lebih Menarik dan Cerah

Tips Memilih Warna Tie Dye agar Hasil Lebih Menarik dan Cerah

Warna adalah elemen utama dalam kesenian tie dye. Teknik ini memang dikenal karena keunikan pola dan warna-warni cerah yang bisa disesuaikan dengan selera masing-masing. Namun, tak semua kombinasi warna menghasilkan tampilan yang menarik. Pemilihan warna tie dye yang kurang tepat justru bisa membuat hasil terlihat kusam atau membingungkan secara visual. Bagi pemula, memahami dasar-dasar kombinasi warna sangat penting sebelum mulai berkreasi dengan kain putih dan pewarna. Warna-warna yang serasi akan menghasilkan gradasi yang indah dan harmonis, sedangkan warna yang kontras bisa memberikan kesan berani dan dinamis. Artikel ini akan membahas berbagai tips memilih warna tie dye yang tepat, mulai dari dasar teori warna hingga contoh kombinasi yang cocok untuk berbagai jenis kain dan suasana. Dengan panduan ini, kamu bisa membuat karya tie dye yang tak hanya menarik tetapi juga tampil lebih profesional. Yuk, mulai eksplorasi dunia warna dan ciptakan hasil yang memikat! Baca Juga : kain putih katun poplin ukuran 2,3,4M bahan katun campuran putih polos 1. Pahami Teori Warna Dasar Sebelum Mencampur Pewarna Sebelum mulai bermain warna pada kain, penting untuk memahami teori warna dasar. Warna primer (merah, biru, kuning) adalah fondasi dari semua warna lainnya. Dengan mencampurkan dua warna primer, kita mendapatkan warna sekunder seperti hijau (kuning + biru), oranye (merah + kuning), dan ungu (merah + biru). Dalam tie dye, pemahaman ini sangat berguna karena saat dua warna bertemu di atas kain, mereka akan bercampur dan menciptakan warna baru. Misalnya, jika kamu menaruh pewarna biru dan kuning berdekatan, hasil akhirnya bisa menciptakan gradasi hijau di bagian pertemuannya. Jika tidak hati-hati, kamu juga bisa mendapatkan warna coklat yang tidak diinginkan saat mencampur warna yang saling bertabrakan. Menggunakan roda warna bisa membantumu melihat hubungan antar warna. Kombinasi warna komplementer (berseberangan di roda warna, seperti merah dan hijau) bisa menghasilkan kontras yang kuat, sementara warna analog (bersebelahan di roda warna seperti biru, biru kehijauan, dan hijau) akan memberi kesan lembut dan harmonis. 2. Pilih Warna Cerah yang Mudah Terserap pada Kain Tie dye mengandalkan pewarna kain yang bisa meresap dengan baik. Untuk hasil terbaik, gunakan pewarna berbasis reaktif serat yang bekerja maksimal pada kain berbahan katun. Warna-warna cerah seperti fuchsia, cyan, kuning lemon, dan turquoise umumnya menghasilkan efek visual yang kuat karena mereka tetap tajam setelah proses pencucian. Selain itu, pertimbangkan latar warna kain. Tie dye umumnya dikerjakan pada kain putih atau terang karena warna pewarna akan terlihat lebih jelas. Jika kain berwarna dasar gelap, hasil tie dye akan kurang menonjol atau bahkan tidak terlihat. Tips penting lainnya adalah gunakan warna dalam jumlah secukupnya. Terlalu banyak jenis warna dalam satu kain bisa membuat desain terlihat kusut dan tidak fokus. Cobalah untuk memilih tiga hingga empat warna utama dan kembangkan variasinya dengan teknik lipatan dan gradasi. 3. Contoh Kombinasi Warna Tie Dye yang Aman dan Serasi Untuk pemula, memilih kombinasi warna yang sudah terbukti aman adalah strategi terbaik. Berikut beberapa kombinasi warna tie dye yang sering digunakan karena hasilnya yang menarik dan mudah dipadukan: Biru, ungu, dan pink: Memberi kesan dreamy dan feminin. Kuning, oranye, dan merah: Warna hangat yang mencolok dan ceria. Hijau, biru, dan kuning: Cocok untuk tema alam dan kesan segar. Hitam dan putih: Klasik, minimalis, dan kontras tinggi. Pastel pelangi: Cocok untuk anak-anak atau tampilan soft dan manis. Setiap kombinasi bisa kamu eksperimenkan dengan pola spiral, lipatan zigzag, atau pola acak. Tak perlu ragu untuk mencoba di potongan kain kecil terlebih dahulu sebagai uji coba sebelum memindahkannya ke media utama seperti kaos, tote bag, atau scarf. Baca Juga : Kerajinan Sabun : Panduan Kreatif Membuat Sabun Unik 4. Tips Praktis Saat Mengaplikasikan Warna agar Tidak Berantakan Proses pewarnaan bisa menjadi bagian paling menyenangkan sekaligus paling rawan kesalahan. Untuk menghindari hasil tie dye yang berantakan, ikuti beberapa tips berikut: Gunakan botol aplikator: Dengan botol kecil yang bisa ditekan, kamu lebih mudah mengontrol aliran warna dan mengarahkan ke area yang diinginkan. Pastikan kain dalam keadaan lembap: Kain yang sedikit basah membuat pewarna menyerap lebih baik dan menyebar secara halus. Pisahkan area antar warna: Sisakan ruang kecil di antara area pewarnaan untuk mencegah pewarna campur aduk secara berlebihan. Gunakan sarung tangan dan alas pelindung: Agar tangan tidak terkena noda permanen dan area kerja tetap bersih. Biarkan warna meresap selama minimal 6–8 jam: Semakin lama waktu setting, semakin kuat hasil warnanya setelah dibilas. Dengan teknik yang rapi dan pemilihan warna yang tepat, kamu bisa mendapatkan hasil tie dye yang jauh dari kesan asal-asalan dan justru tampak profesional bahkan untuk pemula. FAQ 1. Apa jenis kain terbaik untuk teknik tie dye?Jenis kain terbaik untuk tie dye adalah kain berbahan dasar katun 100% karena menyerap warna dengan sangat baik. Hindari kain sintetis karena hasil warnanya bisa kurang maksimal. 2. Apakah pewarna tie dye bisa digunakan untuk semua jenis kain?Tidak. Pewarna tie dye umumnya diformulasikan untuk kain berbahan dasar alami seperti katun atau rayon. Untuk kain sintetis, dibutuhkan pewarna khusus. 3. Bagaimana cara membuat warna tie dye lebih cerah dan tahan lama?Gunakan kain berkualitas, pewarna reaktif berkonsentrasi tinggi, dan pastikan proses fiksasi dilakukan dengan benar. Gunakan soda ash (natrium karbonat) sebelum pewarnaan dan cuci hasil tie dye dengan air dingin tanpa deterjen kuat. 4. Apakah produk tie dye tersedia dalam satu paket lengkap?Ya. Di toko online kami, kamu bisa mendapatkan paket tie dye lengkap yang berisi pewarna, botol aplikator, sarung tangan, karet, dan kain. Tersedia di Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop. 5. Apakah anak-anak bisa mengikuti kursus tie dye?Bisa. Kursus prakarya tie dye dari Prakarya Indonesia dirancang untuk semua usia, termasuk anak-anak mulai usia SD. Kegiatan ini aman, edukatif, dan menyenangkan. 6. Di mana lokasi kursus prakarya tie dye diadakan?Kursus diadakan secara offline di berbagai lokasi Jabodetabek. Untuk jadwal dan tempat terbaru, silakan hubungi kami langsung melalui WhatsApp di 0812-9108-3075. 7. Apakah saya perlu membawa bahan sendiri saat kursus?Tidak perlu. Semua perlengkapan dan bahan sudah disediakan oleh Prakarya Indonesia. Peserta cukup datang dan siap belajar serta berkreasi. Baca Juga : WA 081291083075 Grosir Kanvas Lukis Jakarta Kesimpulan Memilih warna yang tepat dalam teknik tie dye bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal pemahaman terhadap teori warna dan bagaimana warna tersebut bekerja di atas kain. Dengan … Baca Selengkapnya

Ide Prakarya Tie Dye untuk Kegiatan Sekolah yang Seru dan Edukatif

Ide Prakarya Tie Dye untuk Kegiatan Sekolah yang Seru dan Edukatif

Kegiatan prakarya di sekolah bukan hanya tentang seni dan kerajinan tangan semata, tetapi juga tentang membangun kreativitas, ketekunan, dan rasa percaya diri anak. Salah satu ide prakarya yang kini semakin populer adalah teknik tie dye—sebuah metode pewarnaan kain yang menghasilkan pola unik dan penuh warna. Tie dye sangat cocok dijadikan sebagai aktivitas prakarya di sekolah karena prosesnya menyenangkan, tidak membutuhkan alat yang rumit, dan hasilnya bisa langsung dinikmati oleh para siswa. Lebih dari itu, kegiatan ini juga membuka ruang untuk eksperimen, eksplorasi warna, dan pembelajaran tentang komposisi serta reaksi kimia sederhana yang terjadi saat pewarnaan kain. Dalam artikel ini, kami akan membagikan berbagai ide prakarya tie dye yang bisa diterapkan di sekolah, mulai dari teknik dasar, pilihan media selain kaos, hingga tips agar kegiatan berjalan lancar dan tetap aman untuk anak-anak. Tie dye bukan sekadar kerajinan tangan—ia adalah cara seru dan edukatif untuk memperkenalkan seni dan sains dalam satu waktu. Baca Juga : PAKET TIE DYE, PAKET BATIK KAIN 50X50, CAT 3PCS 1. Pengertian dan Manfaat Tie Dye untuk Anak Sekolah Tie dye merupakan teknik pewarnaan kain yang dilakukan dengan cara mengikat bagian tertentu dari kain dan mencelupkannya ke dalam pewarna. Hasilnya akan membentuk pola-pola unik tergantung pada cara ikatan dan kombinasi warna yang digunakan. Teknik ini berasal dari berbagai budaya seperti Jepang (shibori), Afrika, dan India, dan telah menjadi bagian dari praktik seni kontemporer di seluruh dunia. Bagi anak-anak sekolah, tie dye menawarkan lebih dari sekadar hasil akhir yang menarik. Prosesnya sendiri sangat edukatif karena anak belajar untuk: Merancang pola dan kombinasi warna Memahami konsep simetri dan asimetri Menyusun urutan kerja yang terstruktur Mengenal reaksi warna ketika dicampur Selain aspek pendidikan, manfaat lain dari kegiatan tie dye antara lain: Meningkatkan kreativitas dan ekspresi diriAnak bebas berekspresi melalui pilihan warna dan pola, yang membantu meningkatkan rasa percaya diri. Meningkatkan koordinasi motorik halusMengikat kain, menuang warna, dan mencelupkan kain ke dalam pewarna membantu perkembangan motorik halus anak. Mengurangi stresKegiatan seni seperti tie dye bersifat terapeutik dan menyenangkan. Warna-warna cerah yang dihasilkan juga memberi dampak positif secara emosional. Kegiatan ini bisa dilakukan secara kelompok, sehingga juga melatih kerja sama dan komunikasi antar siswa. Tie dye dapat dimasukkan dalam pelajaran seni budaya, muatan lokal, atau sebagai kegiatan ekstra kurikuler yang menyenangkan. 2. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan untuk Tie Dye di Sekolah Untuk memulai prakarya tie dye di sekolah, guru atau pendamping tidak perlu menyiapkan alat-alat mahal. Semua bahan bisa didapat dengan mudah dan relatif aman digunakan oleh anak-anak. Berikut adalah daftar alat dan bahan yang dibutuhkan: Peralatan: Meja kerja dengan alas plastik atau koran Baskom atau wadah plastik untuk mencelupkan kain Sarung tangan plastik (untuk menjaga tangan tetap bersih) Karet gelang atau tali rafia untuk mengikat kain Botol aplikator (bisa bekas botol saus) untuk menuang pewarna Bahan: Kain putih (katun lebih baik karena menyerap warna dengan baik) Pewarna kain reaktif (banyak dijual dalam bentuk bubuk) Air hangat untuk melarutkan pewarna Soda ash (opsional, untuk fiksasi warna) Plastik wrap atau kantong plastik besar (untuk membungkus kain yang sudah diberi warna agar proses penyerapan optimal) Jika kegiatan dilakukan untuk kelas besar, guru bisa membagi siswa dalam kelompok dan membuat pos-pos kerja, misalnya pos melarutkan warna, pos mengikat kain, dan pos mencelup kain. Untuk anak-anak yang lebih kecil, sebaiknya pendamping membantu dalam proses pencampuran warna dan mencelupkan kain. Gunakan pewarna non-toksik dan hindari penggunaan pewarna instan berbahan kimia keras. Produk yang sudah dikemas khusus untuk anak-anak, seperti paket tie dye siap pakai, adalah pilihan yang aman dan praktis. Baca Juga : 081291083075 Jual kain mori lilin pewarna batik jakarta 3. Teknik-Teknik Tie Dye Sederhana yang Cocok untuk Pemula Ada berbagai teknik dasar dalam tie dye yang bisa dipelajari oleh anak-anak. Berikut beberapa teknik populer yang mudah dilakukan di sekolah: 1. Spiral Teknik ini dilakukan dengan mencubit bagian tengah kain, kemudian memutarnya seperti pusaran. Setelah berbentuk lingkaran pipih, ikat dengan karet menjadi beberapa bagian, lalu warnai tiap bagian dengan warna berbeda. 2. Crumple (Acak) Kain diremas-remas secara acak, lalu diikat longgar dan diteteskan pewarna secara acak pula. Hasilnya akan terlihat seperti pola marmer atau awan. 3. Stripe (Garis-Garis) Kain dilipat panjang seperti kipas, kemudian diikat pada beberapa titik. Setiap bagian diwarnai dengan warna berbeda. Cocok untuk membuat pola garis horizontal atau vertikal. 4. Bullseye Mulai dari satu titik (bisa tengah atau pinggir kain), tarik ke atas membentuk kerucut, lalu ikat pada beberapa titik seperti simpul tali. Pewarnaan dilakukan dari atas ke bawah secara bertahap. Semua teknik ini bisa disesuaikan dengan tingkat usia anak. Untuk anak SD, teknik crumple dan stripe lebih direkomendasikan karena sederhana dan hasilnya tetap memuaskan. Sementara untuk anak SMP atau remaja, teknik spiral atau bullseye bisa menjadi tantangan kreatif yang menarik. Guru dapat mengadakan sesi praktik terlebih dahulu dengan kain kecil atau tisu sebelum mulai ke kain sebenarnya. Hal ini memberi siswa pemahaman visual tentang hasil akhir yang bisa mereka harapkan. 4. Ide Produk Tie Dye yang Bisa Dibuat di Sekolah Selain membuat kaos tie dye, banyak produk sederhana lainnya yang bisa dijadikan prakarya dari kain tie dye. Inilah yang membuat kegiatan ini tidak monoton dan sangat fleksibel sesuai dengan tema pelajaran atau proyek sekolah. Beberapa ide produk tie dye untuk sekolah: Tas kain (totebag)Totebag polos mudah dicari dan menjadi media yang cocok untuk kegiatan tie dye. Hasilnya bisa digunakan langsung oleh siswa sebagai tas buku atau oleh-oleh dari kegiatan sekolah. Bandana atau ikat kepalaPotongan kain persegi panjang bisa diubah menjadi bandana penuh warna yang menarik. Sapu tangan atau kain lap kecilUkuran kecil dan murah, tapi sangat cocok untuk melatih keterampilan pewarnaan dengan cepat. Sarung bantal kecilJika sekolah memiliki program keterampilan rumah tangga, sarung bantal tie dye bisa menjadi proyek yang menyenangkan dan bisa dibawa pulang. Kain gantung dekoratif (wall hanging)Kain berukuran sedang dengan motif tie dye bisa dijadikan pajangan kelas atau rumah. Produk-produk ini bisa dibuat sebagai bagian dari kegiatan Hari Kreativitas di sekolah, acara pameran seni, atau bahkan dijual dalam bazar sekolah. Tie dye tidak hanya memberikan pengalaman belajar, tapi juga bisa membuka potensi kewirausahaan bagi anak-anak jika diarahkan dengan benar. Baca Juga : Grosir Anyaman Rotan Prakarya Surabaya FAQ 1. Apa itu … Baca Selengkapnya

Belajar Mengenal Warna untuk Anak dengan Kegiatan Prakarya

Belajar Mengenal Warna untuk Anak dengan Kegiatan Prakarya

Warna adalah elemen penting dalam dunia anak-anak. Sejak usia dini, pengenalan warna mampu merangsang perkembangan sensorik, motorik, dan daya imajinasi mereka. Salah satu cara paling efektif dan menyenangkan untuk mengenalkan warna kepada anak adalah melalui kegiatan prakarya. Lewat prakarya, anak tidak hanya belajar teori warna, tetapi juga langsung mempraktikkannya dengan berbagai media seperti kertas, cat, kain, atau bahan daur ulang. Belajar mengenal warna untuk anak melalui prakarya bukan hanya sekadar aktivitas mewarnai atau menggambar, melainkan sarana eksplorasi kreatif yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir, ketelitian, dan koordinasi tangan-mata. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara anak dan orang tua atau guru saat dilakukan bersama. Artikel ini akan membahas berbagai manfaat dan ide kegiatan prakarya sederhana yang bisa dilakukan di rumah maupun di lingkungan sekolah untuk membantu anak mengenal warna secara menyenangkan dan edukatif. Baca Juga : Toko Cat Air Akrilik Terpercaya di Bogor dan Jakarta Selatan 1. Mengapa Anak Perlu Mengenal Warna Sejak Dini Mengenal warna bukan hanya bagian dari proses belajar visual, tapi juga menjadi fondasi penting dalam perkembangan kognitif dan emosional anak. Sejak usia balita, anak mulai mengamati dan membedakan warna-warna dasar seperti merah, biru, dan kuning. Warna juga membantu anak memahami dunia di sekitarnya, memberi nama pada benda, dan mengekspresikan diri melalui gambar atau karya seni. Dalam psikologi perkembangan, pengenalan warna berhubungan erat dengan kemampuan berpikir logis dan komunikasi. Saat anak mengenali warna, mereka belajar menyortir, membandingkan, dan mengklasifikasi objek. Proses ini mendorong pertumbuhan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, warna memiliki pengaruh emosional yang kuat—misalnya, warna cerah seperti kuning dan oranye dapat membangkitkan semangat dan kreativitas. Melibatkan anak dalam kegiatan prakarya dengan fokus pada eksplorasi warna membantu menanamkan konsep warna secara natural. Alih-alih hanya menghafal nama warna, anak belajar melalui pengalaman langsung. Aktivitas ini juga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri dan kebiasaan menyelesaikan sesuatu dengan tangannya sendiri. 2. Ide Kegiatan Prakarya untuk Mengenalkan Warna Mengajarkan warna bisa menjadi pengalaman menyenangkan jika dilakukan melalui kegiatan yang kreatif dan interaktif. Berikut beberapa ide kegiatan prakarya yang bisa dilakukan anak-anak di rumah maupun sekolah: 1. Mewarnai dengan Media BebasSiapkan kertas gambar, krayon, cat air, atau pensil warna. Biarkan anak menggambar bebas dan memilih warna sesuka mereka. Tanyakan warna yang mereka gunakan agar proses ini menjadi dialog edukatif. 2. Membuat Kolase WarnaGunakan potongan kertas warna-warni, majalah bekas, atau kain sisa untuk membuat kolase. Minta anak mengelompokkan warna serupa atau menciptakan gradasi warna. 3. Eksperimen Campur WarnaAjarkan konsep warna primer dan sekunder dengan mencampur cat air atau pewarna makanan. Anak akan belajar bagaimana warna baru terbentuk dari dua warna dasar. 4. Prakarya PelangiBuat karya seperti pelangi dari kertas lipat, kancing warna-warni, atau cat. Ini membantu mengenalkan urutan warna serta memperkenalkan konsep harmoni warna. 5. Kartu Warna DIYAjak anak membuat kartu warna sendiri dari potongan karton dan pewarna. Anak bisa menggunakan kartu ini untuk bermain tebak warna atau menyocokkan benda di sekitar rumah. Aktivitas-aktivitas ini bukan hanya menyenangkan, tapi juga memperkuat pemahaman visual, motorik halus, dan daya imajinasi anak. Baca Juga : Daur Ulang Botol Plastik Menjadi Prakarya Kreatif Anak 3. Warna dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan Anak Setiap warna memiliki karakteristik psikologis yang dapat memengaruhi suasana hati dan perilaku anak. Dengan memahami makna dan efek warna, orang tua atau guru bisa memilih warna yang sesuai untuk kegiatan prakarya. Merah memberikan energi dan semangat, cocok untuk aktivitas fisik atau tantangan. Namun, terlalu banyak warna merah dapat membuat anak mudah gelisah.Biru menenangkan dan membantu anak fokus, ideal untuk kegiatan menggambar atau membaca.Kuning memicu kreativitas dan rasa bahagia. Sangat bagus untuk ruang bermain atau media seni.Hijau memberi kesan damai dan menyeimbangkan emosi. Cocok untuk anak yang mudah cemas.Ungu merangsang imajinasi dan cocok untuk anak yang suka berekspresi dalam karya seni.Oranye meningkatkan interaksi sosial dan rasa percaya diri. Warna ini bisa digunakan dalam kegiatan kelompok. Dengan mengkombinasikan warna-warna tersebut dalam kegiatan prakarya, anak dapat belajar lebih dari sekadar mengenal nama warna—mereka juga memahami perasaan yang ditimbulkan dari warna tersebut. Warna menjadi alat untuk membantu mereka mengenali dan mengekspresikan emosi. Ini adalah nilai lebih dari prakarya yang sering dianggap sekadar seni biasa. FAQ 1. Kegiatan prakarya seperti apa yang cocok untuk mengenalkan warna pada anak?Kegiatan sederhana seperti mewarnai gambar, mencampur warna cat, membuat kolase warna, atau membuat karya dari kertas warna sangat efektif untuk mengenalkan warna kepada anak. 2. Usia berapa anak mulai bisa belajar mengenal warna lewat prakarya?Anak-anak sudah bisa diperkenalkan warna sejak usia 2 tahun. Namun, kegiatan prakarya mengenal warna lebih maksimal untuk usia 3–8 tahun. 3. Apa manfaat mengenalkan warna melalui prakarya dibanding metode lain?Mengenalkan warna lewat prakarya bersifat lebih interaktif, melibatkan motorik halus, serta memperkuat daya ingat dan kreativitas anak dibanding hanya menunjukkan warna secara pasif. 4. Apakah saya perlu membeli peralatan khusus untuk kegiatan ini?Tidak harus mahal. Anda cukup menyediakan cat air, kuas, kertas gambar, dan alat sederhana lain yang bisa dibeli di toko online kami seperti Shopee, Tokopedia, atau TikTok Shop. 5. Apakah Prakarya Indonesia menyediakan produk yang aman untuk anak?Ya. Semua produk prakarya kami, terutama cat dan alat lukis, menggunakan bahan non-toxic dan aman untuk anak-anak. 6. Di mana saya bisa mendaftarkan anak untuk kursus prakarya mengenal warna?Anda bisa mendaftarkan anak melalui WhatsApp ke nomor 0812-9108-3075 untuk mengikuti kelas prakarya offline yang tersedia di beberapa kota. 7. Apakah ada kelas percobaan sebelum mendaftar penuh?Ya, kami menyediakan sesi percobaan atau trial class untuk melihat minat anak sebelum bergabung ke kelas reguler. Baca Juga : Lilin batik, malam untuk batik tulis Kesimpulan Mengenalkan warna kepada anak melalui kegiatan prakarya adalah cara efektif untuk membangun kreativitas, kecerdasan visual, serta keterampilan motorik halus. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, anak tidak hanya belajar mengenal warna tetapi juga mengembangkan rasa percaya diri dan ekspresi diri. Kegiatan ini dapat dilakukan secara sederhana di rumah maupun dalam kelompok belajar, sehingga menjadi pengalaman edukatif yang menyenangkan dan bermakna. Ingin mulai kegiatan prakarya seru dan edukatif bersama anak?Dapatkan produk prakarya edukatif seperti cat warna, kertas gambar, kuas, dan media prakarya lainnya di toko resmi kami: ShopeeTokopediaLazadaTikTok Shop Bagi yang ingin anaknya ikut serta dalam kelas prakarya offline untuk belajar langsung mengenal warna, menggambar, mewarnai, dan membuat karya sendiri, segera daftarkan melalui … Baca Selengkapnya

Scan the code