Lompat ke konten utama

Prakarya Indonesia

header dibawah untuk desktop.laptop, dan tablet

Email Kami

rumahprakarya@gmail.com

Lokasi Kami

Jl. Pesantren no.159 Jurang mangu Timur

header dibawah untuk handphone/mobile saja 

Rekomendasi Tugas MPLS untuk SD dan SMP

Rekomendasi Tugas MPLS untuk SD dan SMP yang Edukatif, Kreatif, dan Menyenangkan

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan momen yang sangat penting bagi setiap peserta didik baru. Pada masa inilah siswa mulai mengenal lingkungan sekolah, guru, teman, budaya sekolah, hingga nilai-nilai yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan. Oleh karena itu, tugas MPLS sebaiknya tidak hanya menjadi formalitas, tetapi juga mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, membangun karakter, serta meningkatkan rasa percaya diri siswa.

Sayangnya, masih banyak sekolah yang memberikan tugas MPLS yang kurang menarik atau bahkan terlalu berat bagi siswa. Padahal, tugas yang kreatif justru mampu meningkatkan antusiasme belajar, mempererat hubungan antar teman, serta membantu siswa lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Bagi guru, panitia MPLS, komite sekolah, maupun orang tua yang sedang mencari inspirasi, berikut adalah rekomendasi tugas MPLS untuk SD dan SMP yang mudah diterapkan, edukatif, serta sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka.

Baca juga: Kerajinan Tangan Prakarya yang Cocok untuk MPLS

Mengapa Tugas MPLS Harus Kreatif?

Anak-anak akan lebih mudah mengingat pengalaman dibandingkan hanya mendengarkan penjelasan. Aktivitas yang melibatkan praktik secara langsung mampu merangsang rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan komunikasi, hingga kerja sama tim.

Selain itu, tugas yang menyenangkan juga dapat mengurangi rasa gugup yang biasanya dialami siswa baru pada hari-hari pertama masuk sekolah.

Tujuan utama MPLS sebenarnya adalah membantu siswa merasa nyaman berada di sekolah. Oleh karena itu, setiap tugas sebaiknya memiliki nilai edukasi, karakter, dan kreativitas.

1. Membuat Pohon Harapan

Siswa diminta menuliskan cita-cita, harapan, dan target selama belajar di sekolah pada selembar kertas berbentuk daun.

Seluruh daun kemudian ditempel pada papan berbentuk pohon besar.

Manfaat kegiatan ini antara lain:

  • Melatih siswa menetapkan tujuan.
  • Menumbuhkan motivasi belajar.
  • Menjadi dekorasi sekolah yang inspiratif.

2. Mengenal Guru dan Karyawan Sekolah

Berikan lembar observasi sederhana yang berisi nama guru, ruang kerja, serta tugas masing-masing.

Siswa diajak berkeliling sekolah sambil mengenal:

  • Kepala sekolah
  • Guru kelas
  • Guru mata pelajaran
  • Petugas perpustakaan
  • Petugas UKS
  • Satpam
  • Petugas kebersihan

Kegiatan ini membuat siswa lebih mudah berinteraksi dengan seluruh warga sekolah.

3. Tur Keliling Sekolah

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil.

Setiap kelompok mendapatkan misi menemukan berbagai lokasi seperti:

  • Perpustakaan
  • Laboratorium
  • Mushola
  • Kantin
  • Lapangan
  • Ruang BK
  • UKS
  • Toilet
  • Ruang Seni

Aktivitas ini dapat dikemas seperti permainan treasure hunt sehingga lebih menyenangkan.

Baca juga: Prakarya Indonesia Bekerjasama dengan Kegiatan Ekstrakurikuler Mahatma Gading Intercultural School

4. Membuat Name Tag Kreatif

Alih-alih menggunakan name tag biasa, siswa diminta menghias name tag menggunakan gambar, warna, dan simbol yang menggambarkan kepribadian mereka.

Misalnya:

  • Hobi
  • Makanan favorit
  • Cita-cita
  • Hewan favorit

Aktivitas sederhana ini dapat menjadi bahan perkenalan antar teman.

5. Menulis Cerita Tentang Diri Sendiri

Mintalah siswa membuat tulisan singkat mengenai:

  • Nama
  • Asal sekolah
  • Hobi
  • Makanan favorit
  • Impian
  • Hal yang ingin dipelajari

Guru kemudian dapat mengajak beberapa siswa membacakan hasilnya di depan kelas.

Kegiatan ini melatih keberanian berbicara di depan umum.

6. Misi Kebersihan Sekolah

Ajarkan budaya menjaga lingkungan melalui kegiatan sederhana seperti:

  • Memilah sampah.
  • Membersihkan meja.
  • Menata kelas.
  • Menyiram tanaman.

Dengan demikian siswa memahami bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.

7. Membuat Poster Anti Bullying

Topik anti perundungan menjadi salah satu materi penting dalam MPLS.

Siswa dapat membuat poster bertema:

  • Stop Bullying
  • Berteman Dengan Semua Orang
  • Sekolah Aman
  • Saling Menghargai

Poster kemudian dipajang di kelas.

8. Permainan Kerja Sama Tim

Permainan kelompok membantu siswa saling mengenal.

Contohnya:

  • Menyusun puzzle.
  • Estafet bola.
  • Membangun menara dari sedotan.
  • Tebak gambar.

Selain menyenangkan, permainan ini melatih komunikasi dan kepemimpinan.

9. Wawancara Teman Baru

Setiap siswa diminta mewawancarai teman yang belum dikenal.

Pertanyaan dapat berupa:

  • Nama
  • Hobi
  • Makanan favorit
  • Cita-cita
  • Film kesukaan

Kemudian mereka memperkenalkan hasil wawancara di depan kelas.

Baca juga: PRAKARYA INDONESIA Bekerja Sama dengan Sekolah Jerman Jakarta

10. Workshop Prakarya Kreatif

Salah satu kegiatan MPLS yang paling diminati adalah workshop prakarya karena siswa dapat langsung membuat karya yang bisa dibawa pulang.

Beberapa workshop yang cocok untuk SD maupun SMP antara lain:

  • Membatik.
  • Tie Dye.
  • Ecoprint.
  • Melukis talenan kayu.
  • Melukis tote bag.
  • Melukis topi.
  • Membuat gerabah.
  • Menganyam rotan.
  • Melukis kanvas.
  • Clay atau tanah liat.

Kegiatan seperti ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga memperkenalkan budaya Indonesia melalui pengalaman langsung.

Prakarya Indonesia telah menjadi mitra berbagai sekolah dalam menyelenggarakan workshop kreatif yang dirancang sesuai usia peserta. Program dapat disesuaikan dengan tema MPLS, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), class meeting, hingga kegiatan sekolah lainnya. Dengan pilihan aktivitas yang beragam, sekolah dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih berkesan bagi peserta didik baru.

11. Tantangan Membaca Buku

Ajak siswa mengunjungi perpustakaan sekolah.

Kemudian mereka diminta:

  • Memilih satu buku.
  • Membaca selama 20–30 menit.
  • Menuliskan ringkasan sederhana.

Cara ini efektif menumbuhkan budaya literasi sejak awal masuk sekolah.

12. Membuat Video Perkenalan

Untuk siswa SMP, tugas membuat video singkat sangat menarik.

Isi video dapat berupa:

  • Perkenalan diri.
  • Alasan memilih sekolah.
  • Harapan selama belajar.
  • Pesan positif kepada teman.

Video berdurasi 1–2 menit sudah cukup untuk melatih kemampuan komunikasi digital.

13. Membuat Yel-Yel Kelompok

Setiap kelompok diminta membuat:

  • Nama kelompok.
  • Logo.
  • Yel-yel.
  • Gerakan sederhana.

Aktivitas ini mampu meningkatkan kekompakan sekaligus mencairkan suasana.

Baca juga: Prakarya Indonesia Berkolaborasi dengan SCBD WEEKLAND

14. Menanam Tanaman

Program penghijauan sangat cocok dijadikan tugas MPLS.

Siswa dapat membawa:

  • Bibit cabai.
  • Bibit bunga.
  • Bibit tomat.
  • Bibit tanaman obat.

Tanaman tersebut kemudian dirawat selama satu semester.

Kegiatan ini mengajarkan tanggung jawab sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

15. Menulis Surat untuk Diri Sendiri

Mintalah siswa menulis surat yang berisi:

  • Target belajar.
  • Cita-cita.
  • Kebiasaan baik yang ingin dilakukan.
  • Hal yang ingin diperbaiki.

Surat tersebut disimpan oleh guru dan dibuka kembali pada akhir tahun ajaran.

Biasanya siswa akan merasa bangga melihat perkembangan dirinya.

 

Rekomendasi Tugas MPLS untuk SD dan SMP
Tugas MPLS smp dari kaos

Tips Memilih Tugas MPLS yang Tepat

Sebelum menentukan tugas MPLS, sekolah sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal berikut:

  • Sesuaikan dengan usia peserta didik.
  • Hindari tugas yang memberatkan orang tua.
  • Fokus pada pembentukan karakter.
  • Utamakan pengalaman belajar langsung.
  • Libatkan kerja sama antarsiswa.
  • Sisipkan unsur kreativitas.
  • Pastikan kegiatan aman dan inklusif.
  • Kaitkan dengan budaya sekolah dan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.

Dengan pendekatan tersebut, MPLS akan menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna.

Workshop Kreatif sebagai Pelengkap Kegiatan MPLS

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak sekolah mulai melengkapi rangkaian MPLS dengan kegiatan workshop kreatif. Alasannya sederhana, siswa lebih antusias ketika diberi kesempatan untuk membuat karya menggunakan tangan mereka sendiri.

Workshop seperti membatik, tie dye, ecoprint, melukis media kayu, melukis kanvas, hingga membuat kerajinan tanah liat mampu menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda dari aktivitas di dalam kelas. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga memperkuat kerja sama, ketelitian, kesabaran, dan rasa bangga terhadap hasil karya sendiri.

Bagi sekolah yang ingin menghadirkan kegiatan MPLS yang lebih berkesan, Prakarya Indonesia menyediakan berbagai pilihan workshop edukatif lengkap dengan instruktur berpengalaman, perlengkapan kegiatan, serta paket yang dapat disesuaikan dengan jumlah peserta. Program ini dapat dilaksanakan di sekolah maupun lokasi kegiatan sesuai kebutuhan, sehingga memudahkan panitia dalam menyelenggarakan MPLS yang kreatif, aman, dan bernilai edukatif.

Penutup

MPLS bukan sekadar agenda tahunan untuk menyambut siswa baru, melainkan kesempatan emas membangun kesan pertama yang positif terhadap dunia sekolah. Tugas-tugas yang dirancang dengan baik akan membantu siswa mengenal lingkungan, menjalin pertemanan, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama.

Mulai dari membuat pohon harapan, permainan kelompok, poster anti bullying, hingga workshop prakarya kreatif, seluruh kegiatan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Dengan perencanaan yang matang, MPLS akan menjadi pengalaman yang dikenang siswa sebagai awal perjalanan pendidikan yang menyenangkan dan penuh inspirasi.

FAQ Rekomendasi Tugas MPLS untuk SD dan SMP

1. Apa saja contoh tugas MPLS yang cocok untuk siswa SD?

Beberapa tugas MPLS yang cocok untuk siswa SD antara lain membuat pohon harapan, menggambar cita-cita, mengenal lingkungan sekolah, membuat name tag kreatif, melukis tote bag, membatik sederhana, hingga permainan kerja sama kelompok yang menyenangkan.

2. Apakah tugas MPLS untuk SMP harus lebih sulit dibandingkan SD?

Tidak harus. Tugas MPLS untuk SMP sebaiknya lebih menantang dalam aspek kreativitas, kerja sama, dan berpikir kritis, namun tetap menyenangkan, aman, dan sesuai dengan usia peserta didik.

3. Bagaimana cara membuat kegiatan MPLS menjadi lebih menarik?

Sekolah dapat mengombinasikan permainan edukatif, kegiatan kelompok, workshop prakarya, tur sekolah, tantangan literasi, serta aktivitas yang melibatkan kreativitas agar siswa lebih antusias mengikuti seluruh rangkaian MPLS.

4. Apakah workshop prakarya cocok dijadikan kegiatan MPLS?

Sangat cocok. Workshop seperti membatik, tie dye, ecoprint, melukis kanvas, melukis talenan kayu, membuat gerabah, hingga menganyam rotan mampu melatih kreativitas, kerja sama, serta meningkatkan rasa percaya diri siswa sejak hari pertama masuk sekolah.

5. Berapa lama durasi workshop MPLS yang ideal?

Durasi workshop biasanya berkisar antara 60 hingga 180 menit, tergantung jenis kegiatan, jumlah peserta, dan jadwal yang telah disusun oleh sekolah.

6. Apakah Prakarya Indonesia menyediakan perlengkapan workshop?

Ya. Prakarya Indonesia menyediakan paket workshop lengkap mulai dari bahan, alat, media prakarya, instruktur berpengalaman, hingga pendampingan selama kegiatan berlangsung sehingga sekolah tidak perlu menyiapkan perlengkapan secara terpisah.

7. Apakah workshop dapat disesuaikan dengan jenjang pendidikan?

Tentu. Materi workshop dapat disesuaikan untuk siswa TK, SD, SMP, SMA, SMK, perguruan tinggi, hingga kegiatan komunitas dan perusahaan agar sesuai dengan tingkat kemampuan peserta.

8. Berapa jumlah minimal peserta untuk mengadakan workshop di sekolah?

Jumlah peserta dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Prakarya Indonesia melayani kegiatan mulai dari kelompok kecil hingga ratusan bahkan ribuan peserta untuk acara MPLS, P5, class meeting, maupun event sekolah lainnya.

9. Apakah Prakarya Indonesia melayani sekolah di luar Tangerang Selatan?

Ya. Prakarya Indonesia melayani berbagai sekolah di Jabodetabek dan juga dapat melayani kota-kota lain di Indonesia sesuai kebutuhan dan jadwal kegiatan.

10. Selain MPLS, kegiatan apa saja yang dapat difasilitasi oleh Prakarya Indonesia?

Selain MPLS, Prakarya Indonesia juga melayani kegiatan P5, Hari Batik Nasional, class meeting, peringatan Hari Kemerdekaan, Family Gathering Sekolah, workshop guru, kegiatan ekstrakurikuler, CSR perusahaan, employee gathering, hingga berbagai festival pendidikan dan seni.

Cara Pesan Workshop di Prakarya Indonesia

Memesan workshop di Prakarya Indonesia sangat mudah. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Hubungi tim Prakarya Indonesia melalui WhatsApp atau kontak yang tersedia di website resmi.
  2. Sampaikan informasi mengenai nama sekolah atau instansi, lokasi kegiatan, tanggal pelaksanaan, jumlah peserta, serta jenjang pendidikan.
  3. Pilih jenis workshop yang diinginkan, seperti membatik, tie dye, ecoprint, melukis talenan kayu, melukis tote bag, gerabah, tanah liat, menganyam rotan, atau workshop kreatif lainnya.
  4. Tim Prakarya Indonesia akan memberikan rekomendasi paket kegiatan beserta penawaran harga yang sesuai dengan kebutuhan.
  5. Setelah paket disepakati, lakukan konfirmasi pemesanan sesuai prosedur yang telah ditentukan.
  6. Tim Prakarya Indonesia akan menyiapkan seluruh perlengkapan, bahan, instruktur, dan kebutuhan teknis agar kegiatan berjalan lancar.
  7. Pada hari pelaksanaan, peserta tinggal mengikuti workshop dan menikmati pengalaman belajar yang kreatif, edukatif, dan menyenangkan.

Prakarya Indonesia telah dipercaya oleh banyak sekolah, institusi pendidikan, dan perusahaan sebagai mitra penyelenggara workshop kreatif. Dengan pengalaman menangani berbagai kegiatan berskala kecil hingga besar, setiap program dirancang agar memberikan pengalaman yang berkesan, meningkatkan kreativitas peserta, serta mendukung tujuan pembelajaran sekolah.

Scan the code