Lompat ke konten utama

Prakarya Indonesia

header dibawah untuk desktop.laptop, dan tablet

Email Kami

rumahprakarya@gmail.com

Lokasi Kami

Jl. Pesantren no.159 Jurang mangu Timur

header dibawah untuk handphone/mobile saja 

10 Contoh Kegiatan P5 yang Cocok Mengundang Narasumber Eksternal

10 Contoh Kegiatan P5

10 Contoh Kegiatan P5 yang Cocok Mengundang Narasumber Eksternal agar Pembelajaran Lebih Efektif dan Efisien untuk TK SD SMP SMA

Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka mendorong sekolah untuk menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melibatkan dunia nyata. Salah satu strategi yang terbukti efektif adalah mengundang narasumber eksternal yang memiliki pengalaman, keterampilan, dan keahlian sesuai dengan tema proyek yang sedang dijalankan.

Melalui narasumber dari luar sekolah, siswa dapat belajar langsung dari para praktisi. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga melihat bagaimana ilmu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi seperti ini membuat proses belajar menjadi lebih hidup, meningkatkan rasa ingin tahu, serta menumbuhkan semangat untuk berkarya.

Bagi sekolah yang sedang menyusun program P5, berikut beberapa contoh kegiatan yang sangat cocok dipadukan dengan kehadiran narasumber eksternal.

Baca juga: Kegiatan Praktek Menganyam Rotan di SDIT Cordova Bersama Prakarya Indonesia

1. Workshop Membatik sebagai Bentuk Pelestarian Budaya

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang sarat akan nilai sejarah dan filosofi. Menghadirkan instruktur membatik profesional akan membantu siswa memahami proses pembuatan batik secara menyeluruh, mulai dari mengenal motif, menggunakan canting, proses pencelupan warna, hingga tahap akhir penyelesaian karya.

Selain menghasilkan karya yang dapat dibawa pulang, siswa juga belajar menghargai budaya bangsa dan memahami bahwa setiap motif batik memiliki makna yang berbeda.

Kegiatan ini sangat sesuai dengan tema Kearifan Lokal pada P5.

2. Workshop Tie Dye untuk Mengembangkan Kreativitas

Tie dye menjadi salah satu kegiatan favorit karena prosesnya sederhana, menyenangkan, dan menghasilkan karya yang unik.

Dengan didampingi narasumber berpengalaman, siswa akan mempelajari teknik melipat kain, mengikat, mencampurkan warna, hingga menciptakan pola yang berbeda pada setiap hasil karya. Tidak ada dua karya tie dye yang benar-benar sama, sehingga setiap siswa memiliki kesempatan mengekspresikan kreativitasnya.

Workshop ini dapat menggunakan media kaos, tas kanvas, maupun saputangan.

3. Pelatihan Anyaman Rotan

Menganyam merupakan keterampilan tradisional yang masih relevan hingga saat ini. Narasumber dapat memperkenalkan berbagai teknik dasar anyaman sekaligus menjelaskan manfaat rotan sebagai bahan ramah lingkungan.

Siswa dapat membuat berbagai produk sederhana seperti tatakan gelas, tempat pensil, wadah serbaguna, atau hiasan meja. Melalui kegiatan ini mereka belajar mengenai ketelitian, konsentrasi, serta pentingnya menjaga warisan budaya Indonesia.

 

10 Contoh Kegiatan P5
Workshop Menganyam rotan bersama SDK PENABUR

4. Workshop Ecoprint dengan Pewarna Alami

Isu lingkungan menjadi salah satu tema penting dalam P5. Oleh karena itu, workshop ecoprint sangat tepat untuk mengenalkan konsep pemanfaatan bahan-bahan alami.

Narasumber akan mengajarkan cara memilih daun, bunga, serta teknik memindahkan motif alami ke atas kain menggunakan proses tertentu. Selain menghasilkan karya yang indah, siswa juga memahami pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.

5. Melukis Talenan Kayu

Kegiatan melukis talenan kayu mampu melatih kreativitas sekaligus meningkatkan rasa percaya diri siswa.

Dalam workshop ini narasumber akan membimbing peserta mulai dari membuat sketsa sederhana, memilih kombinasi warna, hingga teknik finishing agar hasil karya tampak menarik. Tema gambar dapat disesuaikan dengan usia siswa, mulai dari karakter lucu, motif batik, flora, fauna, hingga ilustrasi bertema Pancasila.

Hasil karya dapat dijadikan pajangan maupun kenang-kenangan bagi peserta.

Baca juga: Prakarya Indonesia Bekerjasama dengan Kegiatan Ekstrakurikuler Mahatma Gading Intercultural School

6. Workshop Gerabah dan Tanah Liat

Belajar membentuk tanah liat merupakan pengalaman yang sangat disukai siswa karena mereka dapat langsung menciptakan benda tiga dimensi.

Dengan arahan narasumber, peserta dapat membuat pot kecil, tempat lilin, miniatur hewan, hingga wadah sederhana. Aktivitas ini melatih koordinasi motorik, kesabaran, dan kemampuan memecahkan masalah ketika membentuk sebuah karya.

Workshop gerabah juga memperkenalkan salah satu kerajinan tradisional Indonesia yang masih memiliki nilai ekonomi tinggi.

7. Pelatihan Daur Ulang Barang Bekas

Mengundang praktisi pengelolaan sampah atau pengrajin daur ulang dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda.

Siswa diajak mengubah botol plastik, kardus, koran bekas, sedotan, maupun kain perca menjadi produk yang memiliki nilai guna. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini mengajarkan pentingnya mengurangi limbah dan menjaga kelestarian lingkungan.

Tema ini sangat relevan untuk sekolah yang mengusung proyek gaya hidup berkelanjutan.

8. Menghadirkan Pelaku UMKM sebagai Inspirasi Kewirausahaan

Tema kewirausahaan dalam P5 akan terasa lebih nyata apabila sekolah menghadirkan pelaku UMKM sebagai narasumber.

Mereka dapat berbagi pengalaman mengenai proses membangun usaha, menghadapi tantangan, melayani pelanggan, hingga strategi pemasaran produk. Melalui cerita langsung dari pelaku usaha, siswa memahami bahwa keberhasilan tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui kerja keras, kreativitas, dan konsistensi.

Kegiatan ini juga dapat dilanjutkan dengan praktik membuat produk sederhana yang kemudian dipasarkan dalam bazar sekolah.

9. Workshop Seni Lukis Wayang

Wayang merupakan bagian penting dari budaya Nusantara yang layak dikenalkan kepada generasi muda.

Dalam workshop ini narasumber menjelaskan sejarah wayang, karakter tokoh-tokohnya, serta nilai moral yang terkandung di dalamnya. Setelah itu siswa diajak mewarnai atau melukis wayang sesuai kreativitas masing-masing.

Selain melatih kemampuan seni, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran karakter.

10. Seminar Motivasi dan Pengembangan Karakter

Tidak semua narasumber harus mengajarkan keterampilan membuat produk. Sekolah juga dapat menghadirkan motivator pendidikan, psikolog, tokoh masyarakat, atau alumni berprestasi untuk memberikan inspirasi kepada siswa.

Materi yang dibahas dapat berupa kepemimpinan, kerja sama tim, komunikasi, etika digital, disiplin, hingga cara meraih cita-cita. Kegiatan seperti ini mampu membangun kepercayaan diri sekaligus memperkuat karakter peserta didik.

Baca juga: Partner Terpercaya Program CSR, Workshop, dan Employee Engagement Perusahaan

Keuntungan Menghadirkan Narasumber Eksternal dalam Program P5

Kehadiran narasumber eksternal memberikan banyak manfaat bagi sekolah maupun peserta didik. Pembelajaran menjadi lebih kontekstual karena siswa memperoleh informasi langsung dari orang yang berpengalaman di bidangnya. Mereka juga dapat bertanya secara langsung mengenai proses kerja, tantangan, hingga peluang yang ada di dunia nyata.

Selain itu, kegiatan bersama praktisi mampu meningkatkan antusiasme siswa. Suasana belajar menjadi lebih aktif karena peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga melakukan praktik secara langsung. Hal ini membuat materi lebih mudah dipahami dan diingat.

Bagi sekolah, kolaborasi dengan narasumber profesional juga menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan P5 karena kegiatan berlangsung lebih terarah, sistematis, dan memberikan pengalaman belajar yang berkesan.

Prakarya Indonesia Siap Mendukung Pelaksanaan Program P5 di Sekolah

Apabila sekolah sedang mencari narasumber eksternal yang berpengalaman untuk kegiatan P5, Prakarya Indonesia siap menjadi mitra pembelajaran yang profesional. Tim instruktur telah mendampingi berbagai kegiatan di tingkat TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK dengan konsep belajar yang interaktif, aman, dan menyenangkan.

Pilihan workshop yang tersedia sangat beragam, antara lain membatik, tie dye, ecoprint, anyaman rotan, melukis talenan kayu, melukis wayang, kerajinan dari sedotan, kerajinan tanah liat, serta berbagai aktivitas kreatif lainnya yang dapat disesuaikan dengan tema P5 di sekolah.

Seluruh perlengkapan praktik disiapkan secara lengkap sehingga sekolah tidak perlu repot menyediakan alat maupun bahan. Dengan dukungan instruktur yang berpengalaman, kegiatan P5 akan menjadi pengalaman belajar yang lebih bermakna, meningkatkan kreativitas siswa, sekaligus memperkuat nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.

 

Scan the code